0298 7102211
smpn1_pabelan@yahoo.co.id
Kab.Semarang, Jawa Tengah, INA. 50772
blog-img
16/09/2026

Mengubah Sampah Menjadi Karya SMP Negeri 1 Pabelan Rintis Proyek Ecobrick Lintas Jenjang kelas

Tim Jurnalistik | Kegiatan

Mengubah Sampah Menjadi Karya

Reporter: Rahma Sinta Aulia, S.Pd.

PABELAN — Menumpuknya sampah plastik di lingkungan sekitar kini tidak lagi menjadi masalah tanpa solusi di SMP Negeri 1 Pabelan. Mulai Senin, 14 September 2026, sekolah resmi menggulirkan program kokurikuler pembuatan ecobrick (batubata ramah lingkungan dari botol plastik) yang melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Rabu (16/9), suasana sekolah tampak meriah dan penuh antusiasme. Botol-botol bekas yang biasanya dibuang percuma kini dikumpulkan dari rumah untuk dipadatkan menjadi material bangunan alternatif yang fungsional dan bernilai estetis di lingkungan sekolah.

Inovasi Pembelajaran Berbasis Proyek dan Karakter

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk mengurangi volume sampah plastik sekali pakai, melainkan sebagai wadah penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam pembelajaran mendalam (deep learning). Dimensi tersebut mencakup:

  • Kewargaan & Kepedulian Lingkungan: Menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial siswa.
  • Kreativitas & Penalaran Kritis: Melatih siswa mendesain struktur dari material daur ulang.
  • Kolaborasi & Kemandirian: Membangun kerja sama tim lintas kelas sekaligus menuntut kedisiplinan individu.

 

Skala Proyek Berjenjang: Dari Kursi hingga Monumen Sekolah

Guna mengoptimalkan proses pembelajaran, pihak sekolah menetapkan tiga proyek berbeda yang disesuaikan dengan kapasitas tiap jenjang kelas:

  • Kelas 7 (Pagar Belakang Sekolah): Proyek perdana bagi siswa baru untuk memahami dasar-dasar pengolahan ecobrick, mulai dari pemilihan sampah, pemadatan maksimal, hingga penyusunan struktur kokoh.
  • Kelas 8 (Kursi Fungsional): Setiap kelompok kecil wajib memproduksi minimal dua kursi ecobrick yang nantinya akan ditempatkan di depan kelas sebagai fasilitas penunjang belajar sehari-hari.
  • Kelas 9 (Monumen “I LOVE GRISABEL”): Proyek skala besar sebagai mahakarya kolaborasi lintas kelas yang akan menjadi ikon identitas baru di lingkungan SMP Negeri 1 Pabelan.

Tantangan Teknis dan Harapan Jangka Panjang

Pendampingan intensif dari guru fasilitator terus dilakukan di setiap kelas. Mengingat standar pembuatan ecobrick menuntut kepadatan yang tinggi agar kuat menahan beban, sebagian besar siswa saat ini masih berfokus pada tahap pengumpulan dan pemadatan botol secara cermat.

“Proyek ini melatih ketekunan anak-anak. Botol harus benar-benar padat dan keras sebelum dirangkai menjadi struktur bangunan,” ungkap Riza Ismail Aprilianto, koordinator kokurikuler kelas 9.

Melalui program kokurikuler ini, pihak sekolah optimis para murid tidak hanya menghasilkan karya fisik yang fungsional, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baru dalam memilah sampah serta pengalaman kolaborasi bermakna yang tertanam hingga masa depan.

Bagikan Ke: