Mengubah Sampah Menjadi Karya
Reporter: Rahma Sinta Aulia, S.Pd.
PABELAN — Menumpuknya sampah plastik di lingkungan sekitar kini tidak lagi menjadi masalah tanpa solusi di SMP Negeri 1 Pabelan. Mulai Senin, 14 September 2026, sekolah resmi menggulirkan program kokurikuler pembuatan ecobrick (batubata ramah lingkungan dari botol plastik) yang melibatkan partisipasi aktif seluruh siswa dari kelas 7 hingga kelas 9.

Memasuki hari ketiga pelaksanaan pada Rabu (16/9), suasana sekolah tampak meriah dan penuh antusiasme. Botol-botol bekas yang biasanya dibuang percuma kini dikumpulkan dari rumah untuk dipadatkan menjadi material bangunan alternatif yang fungsional dan bernilai estetis di lingkungan sekolah.

Inisiatif ini dirancang bukan sekadar untuk mengurangi volume sampah plastik sekali pakai, melainkan sebagai wadah penguatan 8 Dimensi Profil Lulusan dalam pembelajaran mendalam (deep learning). Dimensi tersebut mencakup:
Guna mengoptimalkan proses pembelajaran, pihak sekolah menetapkan tiga proyek berbeda yang disesuaikan dengan kapasitas tiap jenjang kelas:
Pendampingan intensif dari guru fasilitator terus dilakukan di setiap kelas. Mengingat standar pembuatan ecobrick menuntut kepadatan yang tinggi agar kuat menahan beban, sebagian besar siswa saat ini masih berfokus pada tahap pengumpulan dan pemadatan botol secara cermat.
“Proyek ini melatih ketekunan anak-anak. Botol harus benar-benar padat dan keras sebelum dirangkai menjadi struktur bangunan,” ungkap Riza Ismail Aprilianto, koordinator kokurikuler kelas 9.

Melalui program kokurikuler ini, pihak sekolah optimis para murid tidak hanya menghasilkan karya fisik yang fungsional, tetapi juga membawa pulang kebiasaan baru dalam memilah sampah serta pengalaman kolaborasi bermakna yang tertanam hingga masa depan.